Jakarta - Istilah 'detoks' atau 'membersihkan' ginjal seringkali ramai dibahas saat bulan Ramadan. Banyak yang percaya, berpuasa dapat membantu tubuh 'mereset' organ-organ penting, termasuk ginjal.
Dokter spesialis urologi Prof dr Ponco Birowo, SpU, Subsp.And(K), PhD mengatakan selama puasa, ginjal akan sejenak 'beristirahat' yakni dengan mengurangi beban kerjanya.
"Iya (pada dasarnya) ginjal kerja 24 jam. Tapi pada saat kekurangan air, ya dia tidak memproduksi urine," kata Prof Ponco saat ditemui detikcom di RSCM Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
"Tapi nggak boleh terlalu lama emang (kekurangan air). Kalau itu kelamaan dan kronis, itu bukan detoks tapi merusak ginjal," sambungnya.
Di sinilah Prof Ponco menekankan terkait detoks. Jika ingin membersihkan ginjal, pemilihan air atau cairan yang masuk ke dalam tubuh itu sangat krusial.
Di sinilah Prof Ponco menekankan terkait detoks. Jika ingin membersihkan ginjal, pemilihan air atau cairan yang masuk ke dalam tubuh itu sangat krusial.
Jenis Air Menentukan Efek Detoks Ginjal
Jika tujuannya adalah membersihkan ginjal, maka pemilihan jenis cairan yang masuk ke dalam tubuh saat waktu berbuka dan sahur menjadi sangat krusial.
"Ginjal itu paling bagus harus ada air yang kita minum. Cuman jenis air yang kita minum itu juga menentukan, apakah ginjalnya itu detoks atau nggak," tutur Prof Ponco.
Menurutnya, kesalahan memilih minuman justru bisa berakibat fatal bagi kesehatan ginjal. "Kalau kita minumnya yang manis-manis, banyak pengawet ya itu nggak detoks, itu rusak ginjal. Tapi kalau minumnya air putih, nggak pakai gula itu sih bagus," tegasnya.
Agar proses detoksifikasi ginjal berjalan optimal tanpa mengorbankan hidrasi tubuh, Prof Ponco Birowo membagikan tips pembagian waktu minum air putih. Meskipun sedang berpuasa, target minimal 8 gelas sehari tetap harus terpenuhi. (Dtk)
Jika tujuannya adalah membersihkan ginjal, maka pemilihan jenis cairan yang masuk ke dalam tubuh saat waktu berbuka dan sahur menjadi sangat krusial.
"Ginjal itu paling bagus harus ada air yang kita minum. Cuman jenis air yang kita minum itu juga menentukan, apakah ginjalnya itu detoks atau nggak," tutur Prof Ponco.
Menurutnya, kesalahan memilih minuman justru bisa berakibat fatal bagi kesehatan ginjal. "Kalau kita minumnya yang manis-manis, banyak pengawet ya itu nggak detoks, itu rusak ginjal. Tapi kalau minumnya air putih, nggak pakai gula itu sih bagus," tegasnya.
Agar proses detoksifikasi ginjal berjalan optimal tanpa mengorbankan hidrasi tubuh, Prof Ponco Birowo membagikan tips pembagian waktu minum air putih. Meskipun sedang berpuasa, target minimal 8 gelas sehari tetap harus terpenuhi. (Dtk)

Komentar0