Bandarlampung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menyebutkan bahwa aktivitas penjual daging di pasar-pasar tradisional telah kembali normal di mana sebelumnya mereka mogok berjualan karena harga sapi di tingkat peternak mengalami kenaikan.
"Mereka (pedagang daging) tidak berdagang selama dua hari dan hari ini InsyaAllah sudah kembali berjualan dengan menyesuaikan harga,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung Erwin di Bandarlampung, Rabu.
Dia mengatakan para pedagang daging tersebut memang mogok berjualan selama dua hari, namun Pemkot telah melakukan koordinasi dan mereka sepakat untuk membuka lapaknya hari ini.
"Kami bersama para pedagang telah mencapai kesepakatan agar aktivitas perdagangan kembali berjalan normal," katanya.
Ia menjelaskan kenaikan harga sapi dipicu meningkatnya harga sapi impor asal Australia yang dipengaruhi nilai tukar dolar. Kondisi tersebut berdampak pada harga sapi di tingkat peternak dan pedagang.
"Karena itu pedagang memutuskan tidak berjualan selama dua hari sebelum akhirnya sepakat kembali membuka lapak dengan melakukan penyesuaian harga jual," kata dia.
Ia mengatakan bahwa harga daging di pasar tradisional sebelumnya sekitar Rp135 ribu per kilogram saat ini menjadi Rp140 ribu sampai Rp145 ribu per kilogram karena adanya kenaikan harga di tingkat peternak.