Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung mengalokasikan anggaran lebih dari Rp30 miliar untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan, drainase, dan trotoar di berbagai titik kota.
Dana tersebut digunakan untuk membiayai tiga paket pekerjaan yang menyasar infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan akibat persoalan genangan air dan sistem pembuangan yang belum optimal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, mengatakan pengerjaan saat ini diarahkan pada sejumlah jalur utama, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, hingga kawasan Jalan Sultan Agung. Selain ruas utama, pemerintah juga melakukan penanganan pada beberapa titik penghubung antarjalan.
"Panjang ruas jalan yang diperbaiki berbeda-beda di setiap lokasi. Pekerjaan juga mencakup sejumlah titik sambungan, mulai dari persimpangan Jalan Jenderal Sudirman dengan Jalan Ahmad Yani hingga kawasan Jalan Basuki Rahmat," ujarnya, Rabu (23/7/2026).
Dedi menjelaskan, nilai anggaran yang cukup besar tersebut menyesuaikan dengan luas pekerjaan dan jumlah lokasi yang menjadi sasaran pembangunan. Penanganan tidak hanya dilakukan pada permukaan jalan, tetapi juga mencakup elemen pendukung agar infrastruktur lebih tahan terhadap kerusakan.
Hasil evaluasi di lapangan, kata Dedi, menunjukkan sebagian besar kerusakan jalan dipicu oleh kondisi drainase yang belum mampu mengalirkan air secara maksimal. Oleh sebab itu, pemerintah memilih melakukan perbaikan jalan secara bersamaan dengan pembenahan saluran air dan fasilitas pejalan kaki.
"Kita sekalian membenahi trotoar, sekaligus drainasenya," kata Dedi.
Ia berharap integrasi antara jalan, drainase, dan trotoar dapat mengurangi dampak genangan yang selama ini mempercepat kerusakan badan jalan. Dengan sistem pengairan yang lebih baik, usia infrastruktur yang telah dibangun diharapkan menjadi lebih panjang.