TUz0GSW7TUCiTSM7Gpz5TfY7Gd==

Benahi TPA Bakung, Pemkot Bandar Lampung Mulai Siapkan Teknologi Sanitary Landfill

 


Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai mempercepat pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung dengan menyiapkan penggunaan geomembran sebagai bagian dari penerapan sistem sanitary landfill. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan sampah sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari praktik open dumping secara bertahap.

Sanitary landfill merupakan metode pengelolaan sampah di TPA dengan cara menimbun sampah secara terkontrol melalui proses pemadatan dan pelapisan. Sistem ini dirancang agar timbunan sampah lebih terisolasi dari lingkungan sekitar serta dapat mengurangi risiko pencemaran, terutama akibat rembesan air lindi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto, mengatakan pengadaan geomembran saat ini telah memasuki tahap pengadaan dan ditargetkan mulai digunakan pada 2026.


Menurut Budi, geomembran merupakan lapisan kedap yang dipasang sebagai alas dan pelapis dalam sistem sanitary landfill. Material tersebut berfungsi menahan rembesan air lindi agar tidak mencemari tanah maupun lingkungan di sekitar area pengelolaan sampah.


"Untuk sanitary landfill ini kita sedang proses pembelian geomembran. Geomembran itu seperti terpal khusus untuk penanganan sampah. Tahun ini sudah masuk pengadaan dan mudah-mudahan sudah mulai digunakan," kata Budi, Jumat (10/7/2026).


Selain mempersiapkan penerapan sistem sanitary landfill, DLH memastikan kapasitas TPA Bakung masih mencukupi untuk menampung sampah dari seluruh wilayah Kota Bandar Lampung. Menurut Budi, area di bagian belakang TPA masih dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penempatan sampah.


Ia juga menyebut akses jalan di dalam kawasan TPA telah diperbaiki menggunakan rigid beton sehingga memperlancar mobilitas kendaraan pengangkut sampah saat beroperasi.

Type above and press Enter to search.