Bandarlampung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menargetkan zero atau tidak ada kematian akibat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota itu.
"Kami menargetkan tidak ada kematian akibat DBD (zero death) serta menekan angka kesakitan hingga di bawah 10 kasus per 100.000 penduduk," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan bahwa upaya utama yang terus diperkuat untuk mencapai target tersebut adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
"Program ini kami nilai sebagai langkah paling efektif dalam memutus rantai penularan DBD karena dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemberantasan jentik, pengendalian nyamuk dewasa, hingga perbaikan kondisi lingkungan yang disertai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," kata dia.
Ia mengatakan bahwa pada tingkat keluarga, PSN dijalankan melalui gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (1R1J), yakni setiap rumah memiliki satu orang yang bertugas memantau dan memberantas jentik nyamuk secara rutin.
"Namun, pelaksanaan PSN di masyarakat masih menghadapi kendala karena belum dilakukan secara rutin, serentak, dan berkesinambungan. Oleh sebab itu, keterlibatan masyarakat bersama dukungan lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam menekan penyebaran DBD di Kota Bandarlampung," kata dia.
Terkait data DBD, lanjut dia, hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 81 kasus atau menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan 252 kasus.
"Rincian kasus DBD hingga Mei yakni Januari terdapat 18 kasus DBD, Februari 15 kasus, Maret sembilan kasus, April 16 kasus, dan Mei meningkat menjadi 23 kasus. Secara kumulatif, jumlah kasus hingga akhir Mei mencapai 81 kasus," kata dia.
Ia mengimbau masyarakat untuk secara rutin menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air serta melakukan pemeriksaan jentik di lingkungan rumah sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran DBD.
"Kami harap pada pancaroba ini masyarakat lebih disiplin menerapkan 1R1J dan PHBS guna terhindar dari DBD," kata dia.