TUz0GSW7TUCiTSM7Gpz5TfY7Gd==

Pemkot Bandar Lampung Distribusikan Air Bersih ke 25 Titik dengan 4 Mobil Tangki



BANDAR LAMPUNG -  Hingga akhir Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung telah menyalurkan bantuan air bersih ke sekitar 25 titik yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Ya, untuk mengantisipasi bertambahnya kebutuhan masyarakat, BPBD juga menyiagakan empat unit mobil tangki air bersih.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, dirinya mengatakan pihaknya menyiapkan empat unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter air.

"Armada tersebut beserta personel disiagakan untuk merespons permintaan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, secara gratis," katanya, Minggu, 2 Agustus 2026.

Menurut Idham, ada 25 wilayah ýang telah menerima bantuan tersebut diantaranya sejumlah wilayah yang telah menerima bantuan air bersih meliputi Kecamatan Kedamaian, Sukabumi, Panjang, Telukbetung Timur, dan Kemiling.

"Pendistribusian air bersih akan terus kami lakukan selama musim kemarau sesuai kebutuhan di lapangan," ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui Ketua RT atau pihak kelurahan.


Selanjutnya, laporan tersebut diteruskan kepada BPBD agar bantuan air bersih dapat segera disalurkan ke lokasi yang membutuhkan.


"Kami mengimbau masyarakat segera melapor melalui RT atau kelurahan apabila mulai mengalami kesulitan air bersih agar bantuan dapat segera kami salurkan," tambahnya.


Sementara itu, terkait pemetaan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, Idham mengatakan penanganan teknis dan koordinasinya menjadi kewenangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung.


Sebelumnya diberitakan, Ratusan warga di Kota Bandar Lampung mulai merasakan dampak musim kemarau. Sedikitnya 600 jiwa atau sekitar 150 kepala keluarga (KK) di Perumahan Alam Asri RT 1, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, mengalami kesulitan memperoleh air bersih setelah sumur yang selama ini menjadi sumber air utama mengering.


Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa menghemat penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, mencuci hingga keperluan rumah tangga lainnya. Berkurangnya debit air sumur membuat aktivitas warga terganggu.


Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung Muhammad Fareza Revanza mengatakan, peristiwa di Kecamatan Panjang merupakan satu dari enam laporan kekeringan yang diterima pihaknya sepanjang musim kemarau tahun ini.


Type above and press Enter to search.