TUz0GSW7TUCiTSM7Gpz5TfY7Gd==

Selama 2026 Damkarmat Bandar Lampung Tangani 666 Evakuasi Nonkebakaran, Sarang Tawon Paling Dominan

 


BANDAR LAMPUNG - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat ratusan penanganan Penyelamatan dan evakuasi nonkebakaran selama periode Januari hingga Juli 2026.

Berdasarkan data laporan harian evakuasi dan penyelamatan nonkebakaran yang dihimpun Damkarmat, total penanganan sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini mencapai 666 kasus. Jenis evakuasi yang paling banyak ditangani adalah sarang tawon atau lebah.

Kepala Dinas Damkarmat Bandar Lampung Anthoni Irawan melalui Kepala Bidang Penyelamatan Krisna menyampaikan, penanganan terbanyak masih didominasi evakuasi sarang tawon/lebah dengan total 276 kasus. Setelah itu disusul evakuasi ular sebanyak 157 kasus, evakuasi cincin atau anting 60 kasus, serta evakuasi biawak 42 kasus.

“Dari data Januari sampai Juli, jenis evakuasi yang paling sering kami tangani adalah sarang tawon atau lebah. Ini yang paling mendominasi hampir setiap bulan,” kata Krisna, Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurut Krisna, tingginya laporan sarang tawon tidak terlepas dari perubahan lingkungan dan semakin berkurangnya habitat alami serangga tersebut.

"Bandar Lampung masih memiliki banyak kawasan yang ditumbuhi pepohonan. Namun perkembangan pembangunan membuat habitat tawon terganggu sehingga mereka berpindah dan membuat sarang di rumah-rumah warga atau bangunan yang berdekatan dengan aktivitas manusia," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada kondisi normal tawon umumnya bersarang di pohon-pohon besar atau kawasan yang rimbun dan minim gangguan. Namun ketika habitatnya terganggu, tawon mencari lokasi baru yang dinilai aman, termasuk di atap rumah, teras, plafon, hingga bangunan milik warga.

"Faktor dominannya karena habitat mereka terganggu. Akibatnya mereka tidak lagi berada di tempat yang seharusnya, melainkan membuat sarang di lingkungan permukiman,"ungkapnya.

menambahkan, petugas akan melakukan evakuasi, memindahkan, atau mengamankan objek yang dilaporkan sesuai kondisi di lapangan. Namun, khusus lebah madu, Krisna meminta masyarakat tidak terburu-buru menganggapnya berbahaya.

"Lebah madu pada dasarnya tidak agresif dan justru memiliki manfaat. Tetapi kalau keberadaannya membuat warga khawatir atau membahayakan, silakan laporkan kepada kami agar ditangani dengan cara yang tepat,"

Type above and press Enter to search.