Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai menjalankan uji coba layanan bus sebagai langkah menghidupkan kembali transportasi publik sekaligus mendorong masyarakat beralih menggunakan angkutan umum untuk mobilitas sehari-hari.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandar Lampung menghadirkan layanan transportasi massal yang lebih nyaman, terjangkau, dan mampu menjangkau kebutuhan perjalanan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, mengatakan pengembangan transportasi publik dilakukan atas arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait peluang mendapatkan program Buy The Service (BTS).
Program BTS merupakan skema dukungan pemerintah pusat dalam penyelenggaraan transportasi publik dengan konsep pembelian layanan angkutan kepada operator. Melalui program tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat menyediakan layanan bus yang lebih terencana, memiliki standar pelayanan, serta meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.
Socrat menjelaskan, Wali Kota Bandar Lampung telah menemui pihak Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada tahun lalu untuk mengusulkan agar Bandar Lampung menjadi salah satu daerah penerima program BTS.
"Harapannya, melalui program BTS dari pemerintah pusat, operasional transportasi publik di Bandar Lampung bisa mendapat dukungan sehingga pelaksanaannya dapat mulai terealisasi pada tahun 2027," kata Socrat, Rabu (29/7/2026).
Selain menunggu dukungan pemerintah pusat, Pemkot Bandar Lampung juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga atau badan usaha swasta untuk ikut menyediakan armada transportasi umum.